Penanganan Ketakutan dan Fobia Masa Kanak-kanak


          Sebagian besar anak anak yang mengalami ketakutan dan fobia akan terhapus dengan sendirinya sejalan dengan waktu dan kedewasaan. Pada bagian terbesar, penanganan terhadap ketakutan semacam itu sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, dengan perubahan yang sesuai untuk mengakomodasi kemampuan dan situasi yang berbeda pada anak-anak.
          Mungkin cara yang paling sering digunakan orang tua untuk membantu anak-anak mengatasi ketakutannya adalah memaparkan mereka secara bertahap dengan objek yang ditakuti, sering kali dibarengi dengan tindakan yang terus menerus untuk menghambat kecemasan mereka.
          Para terapis kontemporer umumnya setuju bahwa pemaparan merupakan cara yang paling efektif untuk menghapuskan ketakutan dan penghindaran yang tidak beralasan. Modeling juga terbukti efektif, baik dalam berbagai studi laboratorium maupun dalam penanganan klinis yang tidak terhitung banyaknya. Sebagai contoh, terapis dapat meminta anak lain, seorang anak yang kemungkinan dapat ditiru oleh anak lain yang mengalami ketakutan, untuk menunjukkan perilaku takut. Terdapat suatu kelompok penelitian yang memasangkan para sukarelawan mahasiswa dengan anak-anak yang mengisolasikan diri secara sosial di taman bermain selama waktu istirahat. Tujuannya adalah membantu memulai permainan kelompok yang akan melibatkan anak-anak yang menjadi sasaran dan memberikan umpan balik langsung pada si anak tentang perilaku mana yang mendorong atau menghambat interaksi positif dengan anak-anak lain. Pada akhir program yang berlangsung selam enam bulan tersebut para sukarelawan berdiri di tepi sambil mengamati anak-anak tersebut bermain dengan teman-teman sebayanya.
          Memberikan hadiah (reward) karena bergerak lebih dekat dengan objek atau situasi yang ditakuti juga dapat  menjadi pendorong bagi anak yang mengalami ketakutan. Baik modeling maupun terapi operant mencakup pemaparan terhadap sesuatu yang ditakuti. Bila ketakutan dan penghindaran seorang anak yang menderita fobia sosial sangat besar dan berlangsung lama, mungkin diperlukan desensitisasi melalui pemaparan langsung dan bertahap ditambah pembentukan operant.
          Suatu fokus pada kemampuan kognitif anak juga dapat ditemukan dalam terapi bagi anak-anak yang mengalami ketakutan. Terapis perilaku kognitif menganalisis pikiran bias anak dan asumsinya yang merusak dalam upaya menghilangkan kecemasan yang tidak beralasan.

Referensi :
Davison, Gerald C., Neale, John M., & Kring, Ann M. (2006). Psikologi Abnormal edisi kesembilan. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada.

Comments

Popular posts from this blog

KEPADATAN DAN KESESAKAN

PRO KONTRA INTERNET

Keterbatasan Sosial dan Keterbatasan Fungsi Mental Anak MR