Posts

Showing posts with the label puisi

Tanda Cinta Tuhan Padaku

--> Tanda Cinta Tuhan Padaku Kata orang, dunia itu indah.. Kata temanku, bermain petak umpet itu menyenangkan.. Kata kakakku, pelangi itu berwarna-warni.. Kata ibuku, matahari lah yang menjadi penerang di bumi.. Kata ayahku, taburan bintang dan rembulan yang membuat malam semakin syahdu.. Namun aku hanya mampu mendengar kata mereka.. Sejenak ku merenung, mengapa Tuhan tak memberiku kesempatan mengintip dunia-Nya yang indah.. Aku tidak dapat melihat.. Duniaku gelap.. Hampa.. Sunyi.. Sendiri.. Jangankan membayangkan dunia, aku sendiri tak mampu membayangkan diriku.. Ku raba dunia dengan jari kecilku.. Ku dengar hilir angin yang menusuk jantungku.. Dalam lamun ku, kusadari, mungkin ini adalah bukti cinta Tuhan padaku.. Karna tak semua orang diberikan tanda cinta seperti yang Tuhan berikan padaku..

Sadarkah mereka?

Sadarkah mereka? Sadarkah mereka atas apa yang mereka lakukan? Sadarkah mereka apa yang mereka katakan? Sungguh ironis, mereka berteriak “banjir”.. Mereka berebut beradu kata.. Mereka berteriak “Kami butuh air” Tetapi mereka yang memubazirkan air.. Mereka berteriak “Panas” Tetapi mereka yang menciptakan panas.. Sungguh lucu.. Mereka marah.. Mereka menghujat.. Tetapi mereka tidak sadar, siapa sebenarnya yang mereka hujat? Mereka yang menciptakan tetapi mereka yang menggunjing.. Tak sadarkah mereka, Indonesia ini begitu indah.. Namun kita terlalu terbuai.. Luasnya sungai maka leluasa pula kita membuang sampah.. Aku takut Tuhan murka.. Maafkan aku Tuhan.. Maafkan mereka Tuhan..

Jangan Pernah Berpaling, Sayang

Jangan Pernah Berpaling, Sayang Kupijakkan langkahku diatas hempasan pasir berirama dendangan cinta kasihmu . . Ku rentangkan tanganku seluas ku mampu, tuk mendekapmu agar tak pernah lagi kau menghilang dari dekapku . . Meski duka sempat menari-nari diatas lukaku, dan perihku akan dirimu sungguh menyayat batinku . . Hingga sempat berfikir untuk berhenti pada langkahku . . Namun, jauh disudut gelap hatiku . . Aku yakin akan harapku padamu . . Harap akan dirimu yang selama ini kukenal . . Harap akan kasih yang kau berikan padaku . . Dan harapku akan hatimu yang pernah kau titipkan padaku . .

D.I.A.M.

D.I.A.M. Rinduku berpuncak padamu . . Kau hadir dalam angan dan mimpiku . . Kau menyita semua pandangku . . Namun kau tetap saja terdiam . . Diam membisu tanpa makna . . Diammu membuatku terpana . . Diammu membuatku terpesona . . Diammu membuatku bertanya . . Ada apa denganmu dirimu ? ? Marahkah ? Senangkah ? Atau Kau benar-benar bisu ?

Derita Sang Merah Putih

Derita Sang Merah Putih Dibawah sangsaka merah putih ku terlelap dalam tangisan sang pertiwi.. Beribu teknologi berkembang tapi mengapa sang pertiwi tak henti menitikkan air mata ? Mengalir bagai aluran banjir dipelosok negri dan meluap seperti lumpur Sidoarjo yang meluas.. Lantas ??? Bagaimana Indonesia ku kelak ? Apa masih akan ada bencana alam ? Apa masih banyak jeritan-jeritan tunas bangsa karna kelaparan? Apa ladang-ladang harus habis digerogoti tikus layaknya para koruptor di Dewan Rakyat ? Lantas, apa yang harus kuberikan ? Apa aku harus jaga DPR ? Agar ku tangkap sendiri sang tikus negara.. Atau haruskah aku menjadi presiden ? Tuhan . . . Aku tak tau, dan hanya dirimu yang tau Aku hanya mampu bersujud kepadamu, mohon ampun dan mohon pertolonganmu Untuk Indonesia yang lebih “merdeka” !

Arti Sekuntum Mawar

Image
 Arti Sekuntum Mawar Mawar tak selalu melambangkan keanggunan.. Kehadirannya mewarnai indahnya arti sebuah senyuman.. Keindahannya dapat dinikmati setiap orang, namun tak semua dapat menyentuhnya Keindahannya menutupi kekuatan terselubung Terselimuti duri yang siap menancapkan luka bagi yang tak mengerti Merahnya bagai semangat yang bergelora Melawan dunia agar tak mudah layu Putihnya yang mendamaikan jiwa yang siap untuk mengobati duka