Posts

Showing posts with the label gangguan komunikasi

Gagap

     Gagap adalah gangguan kefasihan verbal yang ditandai dengan satu atau lebih pola bicara berikit ini: seringnya pengulangan atau pemanjangan pengucapan konsonan atau vocal, jeda yang lama antara pengucapan satu kata dengan kata berikutnya, mengganti kata-kata yang sulit diucapkan dengan kata yang mudah diucapkan (kata-kata yang diawali dengan konsonan tertentu) mengulang kata (misalnya, mengatakan “ke-ke-ke” sebagai kata ganti sekali mengatakan “ke”). Biasanya disertai dengan menggoyang-goyang kepala dan mata berkedip-kedip. Kegagapan dapat menghambat fungsi akademik, sosial, dan pekerjaan secara aktualisasi potensi orang-orang yang pada dasarnya memiliki kemampuan.      Kegagapan sering kali menjadi lebih buruk bila orang yang bersangkutan merasa gugup dan sering kali membaik atau bahkan hilang bila orang tersebut bernyanyi. Ada pula orang yang kegagapannya hampir sepenuhnya hilang ketika ia sedang bermain dalam drama panggung, meskipun ber...

Gangguan Fonetik

  Gangguan fonetik merupakan salah satu dari gangguan komunikasi selain gangguan berbahasa ekspresif, gangguan berbahasa reseptif efektif dan gagap. Tidak seperti anak-anak yang mengalami kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat, anak-anak yang mengalami gangguan fonetik menguasai dan mampu menggunakannya perbendaharaan kata dalam jumlah yang besar, namun pengucapannya tidak jelas. Contoh: “biru” diucapkan sebagai “biu” dan “kelinci” terdengar seperti “kinci”, mereka tidak menguasai artikulasi suara dari huruf-huruf yang dikuasai kemudian, seperti: r, s, t, f, z, l, dan c. Melalui terapi bicara dapat dicapai kesembuhan dalam semua kasus, dan kasus ringan dapat sembuh dengan sendirinya di usia 8 tahun. Contoh terapi bicara: seorang terapis bicara menangani seorang anak yang mengalami gangguan fonetik dengan melatihnya membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang sulit untuk diucapkan olehnya. Selain penanganan oleh terapis, tentunya akan s...

Gangguan Bahasa Reseptif Ekspresif

Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dilihat dan apa yang didengar. Pada gangguan bahasa campuran reseptif ekspresif, selain ditemukan gejala-gejala gangguan bahasa ekspresif, juga disertai kesulitan dalam mengerti kata dan kalimat. Ciri klinis penting dari gangguan tersebut adalah gangguan yang bermakna pada pemahaman bahasa dan ekspresi bahasa.  Anak yang mengalami gangguan bahasa reseptif efektif biasanya tampak sebelum ia berusia 4 tahun. Bentuk yang parah terlihat pada usia 2 tahun, sedangkan bentuk ringan tidak terlihat sampai usia 7 tahun atau lebih tua. Anak dengan gangguan bahasa reseptif ekspresif campuran memiliki gangguan auditorik sensorik atau tidak mampu memproses simbol visual seperti arti suatu gambar. Mereka memiliki defisit dalam mengintegrasikan simbol auditorik maupun visual, contohnya mengenali atribut dasar yang umum untuk mainan truk dan mainan mobil penumpang. Anak dengan gangguan bahasa campuran re...

Gangguan Komunikasi

     Gangguan komunikasi merupakan disabilitas belajar pada seorang anak yang gagal untuk berkembang dalam bidang keterampilan bahasa spesifik hingga ke tingkat yang sesuai dengan intelektualnya. Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa merupakan salah satu parameter yang digunakan orang tua dalam perkembangan anaknya dan bahasa juga merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat penting.      Menurut DSM-IV-TR, gangguan komunikasi masuk dalam aksis 1, yang berisikan tentang semua kategori diagnostik kecuali gangguan kepribadian dan retardasi mental. Gangguan komunikasi merupakan salah satu jenis gangguan yang biasanya mulai tampak pada bayi, kanak-kanak atau remaja.      Menurut DSM-IV-TR, gangguan komunikasi meliputi 4 kategori, antara lain: 1. Gangguan berbahasa ekspresif (kemampuan berbicara) 2. Gangguan berbahasa campuran reseptif-ekspresif (kemampuan mendengar dan memahami) 3. Gangguan fonetik 4. Gagap (stuterring) Ref...