Posts

Showing posts with the label gangguan eliminasi

Enkopresis

Enkopresis           Enkopresis merupakan kurangnya kontrol terhadap keinginan buang air besar yang bukan disebabkan oleh masalah organik. Anak harus memiliki usia kronologis minimal 4 tahun atau pada anak-anak dengan perkembangan yang lambat, usia mentalnya minimal 4 tahun. Sekitar satu persen dari anak-anak usia 5 tahun mengalami enkopresis. Seperti halnya enuresis, gangguan ini lebih umum terjadi kepada anak laki-laki. Enkopresis jarang terjadi pada remaja usia pertengahan kecuali mereka yang mengalami retardasi mental yang parah. Soling (mengotori) dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja dan bukan disebabkan oleh masalah organik. Faktor-faktor predisposisi yang mungkin diantaranya adalah toilet training yang tidak konsisten atau tidak lengkap dan sumber stress psikologis, seperti kelahiran saudara sekandung atau mulai bersekolah. Soling terjadi tidak seperti enuresis, lebih sering terj...

Penanganan Sistem Alarm Urin untuk Anak Enuretik

Penanganan Sistem Alarm Urin untuk Anak Enuretik Penanganan sistem alarm urin adalah alat berupa lonceng dan bantalan untuk menghentikan mengompol yang diciptakan oleh O. H. Mowner dan W. M. Mowner pada tahun 1938. Diperkirakan 75% anak-anak enuretik mampu tidak mengompol sepanjang malam karena bantuan alat yang sangat sederhana ini.           Sebuah lonceng dan sebuah baterai yang tersambung dengan kabel ke sebuah bantalan yang terdiri dari dua lembar kertas metalik, lembar bagian atas berlubang-lubang, dan di antara kedua lembaran tersebut terdapat selapis kain penyerap. Bantalan tersebut dimasukkan ke dalam sarung bantal dan diletakkan di bawah tubuh si anak ketika tidur. Ketika tetesan pertama urine, yang berfungsi sebagai elektrolit, membasahi kain, sirkuit elektris akan tersambung di antara kedua lembar kertas. Tersambungnya sirkuit tersebut akan membunyikan lonceng atau alarm, yang segera membangu...

Penanganan Enuresis

Penanganan Enuresis           Penanganan rumahan untuk mengompol telah melebar luas dari sekedar membatasi asupan cairan, memakaikan diapers pada malam maupun siang hari, hingga menggantungkan bukti-bukti kesalahan, seperti seprei yang basah akibat ompol. Sebagian besar strategi semacam itu tidak efektif. Sama saja dengan menunggu hingga si anak dengan sendirinya tidak lagi mengalami masalah tersebut juga bukanlah tindakan yang memuaskan. Hanya sekitar 15% anak-anak enuretik berusia antara 5 hingga 19 tahun yang menunjukkan kesembuhan spontan dalam waktu satu tahun.           Terdapat dua macam penanganan yang paling banyak digunakan yang dirujuk oleh profesional adalah pemberian obat dan sistem alarm urin. Enuresis jika ditangani sejak dini maka berangsur-angsur gangguan ini bisa saja hilang dengan sendirinya. Peranan dari keluarga sangatlah penting, misaln...

Penyebab Enuresis

Penyebab Enuresis           Sebuah studi bari-baru ini di Denmark untuk pertama kalinya menunjukkan keterkaitan genetik langsung dalam mengompol di malam hari; suatu bagian kromosom 13 tampaknya mengandung gen bagi enuresis noktural (anak yang mengompol ketika tidur).           Sebanyak 10% dari seluruh kasus enuresis disebabkan oleh kondisi medis murni, seperti infeksi saluran urin, penyakit ginjal kronis, tumor, diabetes, dan kejang. Karena banyaknya insiden penyebab fisiologis enuresis, sebagian  besar professional merujuk pasien enuretik ke dokter sebelum memberikan penanganan psikologis. Ada pula yang mengatakan bahwa enuresis dapat disebabkan oleh ketidaksiapannya seorang anak dalam menerima adik baru.           Pengendalian kandung kemih, yaitu penghambatan suatu refleks alami hingga buang air kecil deng...

Enuresis

Enuresis           Mengompol ( bed-wetting ) pada anak-anak adalah hal yang lazim terjadi, tetapi jika ini berlangsung terus menerus bahkan ada yang sampai hingga melewati usia sekolah bahkan dewasa, ini akan menjadi hal yang tidak lagi lazim terjadi, yang termasuk menjadi salah satu gangguan eliminasi. Sebagian besar anak-anak pada usia 3-5 tahun tetap dalam keadaan kering siang dan malam, akan tetapi peristiwa enuresis , yaitu berulang kali buang air kecil pada pakaian atau kasur.           DSM-IV-TR dan berbagai sistem klasifikasi lainnya membedakan anak-anak yang mengompol ketika tidur yang disebut enuresis nokturnal, dengan anak-anak yang mengompol ketika bangun yang disebut enuresis diurnal dan anak-anak yang mengompol di siang dan malam hari.           Pengendalian di siang hari dikuasai lebih dahulu karena ...

Gangguan Eliminasi

Gangguan Eliminasi           Bayi yang baru lahir akan mengeluarkan output buangannya secara otomatis, baik itu urin maupun feses. Setelah anak semakin berkembang, mereka dilatih untuk menahan refleks natural yang memerintahkan untuk buang air kecil dan buang air besar. Pada buku klasik  Pattern of Child Rearing , Robert Sears dan kawan-kawan (1957) menyatakan bahwa anak-anak Amerika sudah mulai dilatih untuk buang kecil rata-rata pada usia 18 bulan. Namun mengompol masih sering terjadi sampai usia 24 bulan. Saat ini kebanyakan anak di Amerika bisa mengompol pada usia 2 dan 3 tahun. Namun banyak yang masih terus mengompol setahun kemudian atau lebih.           Menurut DSM-IV-TR, gangguan eliminasi meliputi enuresis dan enkopresis, yang termasuk dalam aksis 1. Enuresis dan enkopresis merupakan gangguan yang melibatkan masalah dengan buang air kecil dan...