Posts

Showing posts with the label gangguan pemusatan perhatian

Mendidik Anak dengan Ketidakmampuan Belajar

          Individuals with Disabilities Educatian Act (IDEA) tahun 1975 (diamandemen pada 1997) memastikan pendidikan public yang tepat dan gratis bagi semua anak dengan ketidakmampuan di Amerika Serikat. Program pengindividualisasi harus didesain untuk tiap anak, dengan keterlibatan orang tua. Anak harus dididik dalam “lingkungan longgat” yang sesuai dengan kebutuhan mereka; dan itu berarti termasuk ruang kelas regular, jika dimungkinkan.           Banyak murid dengan kategori ini dapat dilayani dengan program “inkubasi”, dimana mereka diintegrasikan sepanjang hari dengan anak normal. Inkubasi dapat membantu anak dengan ketidakmampuan untuk berdiri sendiri dalam masyarakat dan dapat membuat anak-anak normal mengetahui dan memahami orang-orang dengan ketidakmampuan. Jika, program ini berjalan dengan baik dan sukses maka dapat saling menguntungkan, baik u...

Penanganan ADHD

Penanganan ADHD           ADHD sering ditangani dengan obat, terkadang dikombinasikan dengan terapi perilaku, konseling, pelatihan keterampilan sosial, dan penempatan ruang kelas khusus. Dalam jangka pendek, psikotropik stimulan seperti methylphenidate (“Ritalin”), yang digunakan dalam dosis yang tepat tampaknya aman dan efektif, akan tetapi dampak jangja panjangnya tidak diketahui. Sebuah studi selama 14 bulan yang dilakukan secara acak terhadap 579 anak ADHD usia tujuh sampai sembilan tahun menemukan program perawatan dengan Ritalin yang dimonotor secara hati-hati, baik berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan modifikasi perilaku, lebih efektif dibandingkan dengan terapi perilaku saja atau perawatan komunitas standar. Obat lebih baru yang disebut atomoxetine tampaknya juga aman dan efektif bagi ADHD.           Tren yang cukup mengganggu adalah meningkat...

Penyebab ADHD

Penyebab ADHD ADHD mempunyai basis genetik, dengan tingkat faktor keturunan mendekati 80%. Salah satu gen yang berkaitan dengan ADHD juga berkaitan dengan pencarian terhadap yang baru, yaitu perilaku yang pernah membantu manusia beradaptasi terhadap lingkungan yang beruah secara cepat. Keunggulan evolusionaris ini mungkin menjelaskan mengapa gangguan tersebut menjadi umum.           Komplikasi kelahiran juga mungkin memainkan peran. Termasuk di dalamnya prematuritas, pengkonsumsian alkohol dan tembakau sang ibu, banyak terkena keterpaparan timbel. Deprivasi oksigen, yang mungkin mengarah kepada tidak cukupnya ketersediaan neurotransmitter dopamine. Akan tetapi, citra anak yang ADHD mengalamin kerusakan otak telah dibantah oleh studi pencitraan otak. Studi pebcitraan tersebut memang menyatakan anak dengan ADHD memiliki struktur otak yang biasa pada prefrontal cortex dan basa ganglia, daerah yang menahan ...

Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder

Attention - Deficit / Hyperactivity Disorder           Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) diderita oleh sekitar 2 samapai 11 persen anak usia sekolah di seluuruh dunia dan 3 sampai 6 persen terdapat di AS., walaupun beberapa riset menyatakan penyebarannya tidak dapat diperkirakan. Gangguan tersebut ditandai oleh berkesinambungannya ketidakmampuan memperhatikan, tingkat ketertarikan terhadap gangguan ( distracbility ), impulsivitas, toleransi yang rendah terhadap frustasi, dan banyak aktivitas yang dilakukan  pada waktu dan tempat yang salah seperti di ruang kelas. Anak laki-laki memiliki kecenderungan empat kali lipat lebih besar daripada anak perempuan.           Gangguan ini memiliki dua rangkaian simtom yang berbeda. Sebagian anak tidak memperhatikan tetapi tidak hiperaktif sedangkan yang lain menunjukkan pola sebaliknya. Walaupun demiki...