Posts

Usaha Mandiri Kelompok Mahasiswa

Image
Saat ini tidak sedikit mahasiswa yang mencari kerja sambilan atau usaha kecil-kecilan untuk mengisi waktu luang di sela waktu kuliah. Saya pun tertarik untuk mencari tahu mereka lebih jauh untuk membuat bahan tugas Psikologi Kelompok saya. Saya mencoba untuk mengobservasi dan interview kepada salah satu kelompok mahasiswa yang sedang merintis usaha dalam bidang clothing . Mereka memang bukan dari satu universitas yang sama. Kelompok ini di bentuk karena mereka sebelumnya berasal dari SMA yang sama, oleh karena itu mereka biasa nongkrong bersama dan salah satu dari mereka yang bernama Danang mempunyai ide untuk membuat suatu usaha membuat clothing. Dalam kelompok ini mereka beranggotakan 4 orang terdiri dari Danang sebagai pemodal dan pengontrol, Oyoy bagian pengontrol produksi karena produksi dilakukan di Bandung, Fery dan Bany pada bagian design. Kelompok ini memberi nama usaha mereka dengan nama Griffe Cloth . Para anggotanya memang sudah kenal cukup lama namun usaha mereka baru sa...

Arisan sebagai Sarana Silaturahmi Antar Warga

     Dalam kehidupan bertetangga sangatlah penting membina hubungan baik. Bayangkan jika kita tinggal di lingkungan yang satu sama lain saling acuh, tidak saling mengetahui kabar baik maupun duka atau bahkan tidak saling mengenal. Oleh karena itulah saya mencoba mengobservasi kegiatan masyarakat sekitar rumah saya bagaimana cara mereka menjaga silahturahmi antar warga. Ternyata warga di sekitar rumah saya, RT 09/016 Perumnas 3, Bekasi Timur, lebih memilih mengadakan arisan RT di setiap awal bulan untuk menjalin silahturahmi dan komunikasi antar warga.      Pertemuan rutin warga ini atau biasa disebut dengan arisan, dibentuk semenjak tahun 1990. Pada awalnya pertemuan ini hanya untuk ajang berkenalan dengan warga-warga pendatang. Mulanya arisan ini berdiri hanya beranggotakan 15 orang namun semakin lama semakin bertambah warga pendatang sehingga terlalu banyak anggota arisan tersebut. Maka anggota arisan harus di pecah menjadi 2 RT dan kini arisan ...

Tanda Cinta Tuhan Padaku

--> Tanda Cinta Tuhan Padaku Kata orang, dunia itu indah.. Kata temanku, bermain petak umpet itu menyenangkan.. Kata kakakku, pelangi itu berwarna-warni.. Kata ibuku, matahari lah yang menjadi penerang di bumi.. Kata ayahku, taburan bintang dan rembulan yang membuat malam semakin syahdu.. Namun aku hanya mampu mendengar kata mereka.. Sejenak ku merenung, mengapa Tuhan tak memberiku kesempatan mengintip dunia-Nya yang indah.. Aku tidak dapat melihat.. Duniaku gelap.. Hampa.. Sunyi.. Sendiri.. Jangankan membayangkan dunia, aku sendiri tak mampu membayangkan diriku.. Ku raba dunia dengan jari kecilku.. Ku dengar hilir angin yang menusuk jantungku.. Dalam lamun ku, kusadari, mungkin ini adalah bukti cinta Tuhan padaku.. Karna tak semua orang diberikan tanda cinta seperti yang Tuhan berikan padaku..

Sadarkah mereka?

Sadarkah mereka? Sadarkah mereka atas apa yang mereka lakukan? Sadarkah mereka apa yang mereka katakan? Sungguh ironis, mereka berteriak “banjir”.. Mereka berebut beradu kata.. Mereka berteriak “Kami butuh air” Tetapi mereka yang memubazirkan air.. Mereka berteriak “Panas” Tetapi mereka yang menciptakan panas.. Sungguh lucu.. Mereka marah.. Mereka menghujat.. Tetapi mereka tidak sadar, siapa sebenarnya yang mereka hujat? Mereka yang menciptakan tetapi mereka yang menggunjing.. Tak sadarkah mereka, Indonesia ini begitu indah.. Namun kita terlalu terbuai.. Luasnya sungai maka leluasa pula kita membuang sampah.. Aku takut Tuhan murka.. Maafkan aku Tuhan.. Maafkan mereka Tuhan..

Jangan Pernah Berpaling, Sayang

Jangan Pernah Berpaling, Sayang Kupijakkan langkahku diatas hempasan pasir berirama dendangan cinta kasihmu . . Ku rentangkan tanganku seluas ku mampu, tuk mendekapmu agar tak pernah lagi kau menghilang dari dekapku . . Meski duka sempat menari-nari diatas lukaku, dan perihku akan dirimu sungguh menyayat batinku . . Hingga sempat berfikir untuk berhenti pada langkahku . . Namun, jauh disudut gelap hatiku . . Aku yakin akan harapku padamu . . Harap akan dirimu yang selama ini kukenal . . Harap akan kasih yang kau berikan padaku . . Dan harapku akan hatimu yang pernah kau titipkan padaku . .

D.I.A.M.

D.I.A.M. Rinduku berpuncak padamu . . Kau hadir dalam angan dan mimpiku . . Kau menyita semua pandangku . . Namun kau tetap saja terdiam . . Diam membisu tanpa makna . . Diammu membuatku terpana . . Diammu membuatku terpesona . . Diammu membuatku bertanya . . Ada apa denganmu dirimu ? ? Marahkah ? Senangkah ? Atau Kau benar-benar bisu ?

Derita Sang Merah Putih

Derita Sang Merah Putih Dibawah sangsaka merah putih ku terlelap dalam tangisan sang pertiwi.. Beribu teknologi berkembang tapi mengapa sang pertiwi tak henti menitikkan air mata ? Mengalir bagai aluran banjir dipelosok negri dan meluap seperti lumpur Sidoarjo yang meluas.. Lantas ??? Bagaimana Indonesia ku kelak ? Apa masih akan ada bencana alam ? Apa masih banyak jeritan-jeritan tunas bangsa karna kelaparan? Apa ladang-ladang harus habis digerogoti tikus layaknya para koruptor di Dewan Rakyat ? Lantas, apa yang harus kuberikan ? Apa aku harus jaga DPR ? Agar ku tangkap sendiri sang tikus negara.. Atau haruskah aku menjadi presiden ? Tuhan . . . Aku tak tau, dan hanya dirimu yang tau Aku hanya mampu bersujud kepadamu, mohon ampun dan mohon pertolonganmu Untuk Indonesia yang lebih “merdeka” !