Autisme VS Retardasi Mental


     
            Hampir 80% anak-anak autistik memiliki skor di bawah 70 pada berbagai tes intelegensi terstandar. Karena sebegian besar anak-anak penyandang autism juga mengalami retardasi mental, kadang sulit membedakan kedua disabilitas tersebut.
            Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan penting di anatar keduanya. Meskipun anak-anak dengan retardasi mental biasanya memiliki skor rendah dalam  semua bagian dari tes intelegensi, skor anak-anak autism lebih buruk dalam mengerjakan tugas-tugas yang memerlukan pemikiran abstrak, simbolisme, atau logika sekuensial, yang kesemuanya berhubungan dengan kelemahan bahasa mereka. Mereka biasanya mendapatkan nilai yang lebih baik pada berbagai item yang memerlukan keterampilan visual-spasial, seperti mencocokan rancangan dalam tes-tes rancangan balok dan merakit objek yang belum dirakit.
            Kadang anak autisme dapat memiliki keahlian khusus yang mencerminkan talenta besar, seperti kemampuan mengalikan dua angka empat digit dengan cepat tanpa alat bantu apa pun. Mereka juga dapat memiliki memori jangka panjang yang luar biasa, mampu mengingat dengan tepat syair sebuah lagu yang didengar bertahun-tahun lalu. Perkembangan sensorimotorik merupakan bidang kekuatan relative yang terbesar pada anak-anak dengan autisme. Anak-anak tersebut yang dapat menunjukkan kelemahan berat dan sangat berat dalam kemampuan kognitif, dapat cukup elegan dan ahli dalam berayun, memanjat, atau keseimbangan, sementara anak-anak dengan retardasi mental jauh lebih lambat dalam perkembangan motorik kasar, seperti berjalan berjalan.

Referensi:
Davison, Gerald C., Neale, John M., & Kring, Ann M. (2006). Psikologi Abnormal edisi kesembilan. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada.

Comments

Popular posts from this blog

KEPADATAN DAN KESESAKAN

PRO KONTRA INTERNET

Keterbatasan Sosial dan Keterbatasan Fungsi Mental Anak MR