Selasa, 16 Maret 2010

Keterbatasan Sosial dan Keterbatasan Fungsi Mental Anak MR


Disamping memiliki keterbatasan intelegensi, anak MR juga akan menagalami keterbatasan sosial. Mereka memiliki kesulitan dalam mengurus diri sendiri dalam masyarakat, oleh karena itu mereka memerlukan bantuan.
Anak MR cenderung berteman dengan anak yang lebih muda usianya, ketergantungan terhadap orang tua sangat besar, tidak mampu memikul tangggung jawab sosial dengan bijaksana, sehinggga mereka harus selalu dibimbing dan diawasi. Mereka juga mudah dipengaruhi dan cenderung melakuakan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.
Anak dengan keterbelakangan mental ini memerlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan reaksi pada situasi yang baru dikenalnya. Mereka memperlihatkan reaksi terbaiknya bila mengikuti hal-hal yang rutin dan secara konsisten dialaminya dari hari ke hari. Mereka juga tidak dapat menghadapi sesuatu kegiatan atau tugas dalam jangka waktu yang lama.
Anak dengan kebutuhan khusus ini pun memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa. Mereka bukannya mengalami kerusakan artikulasi, akan tetapi pusat pengolahan (perbendaharaan kata) yang kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Karena alasan itu mereka membutuhkan kata-kata konkret yang sering didengarnya. Selain itu perbedaan dan persamaan harus ditunjukan secara berulang-ulang. Latihan-latihan sederhana seperti mengajarkan konsep besar dan kecil, keras dan lemah, pertama, kedua dan terakhir, perlu menggunakan pendekatan yang konkret.
Selain itu, anak MR kurang mampu untuk mempertimbangkan sesuatu, membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan membedakan yang benar dan yang salah. Ini semua karena kemempuannya terbatas sehingga anak tersebut tidak dapat membayangkan terlebih dahulu konsekuensi dari suatu perbuatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar