Skip to main content

Keterbatasan Sosial dan Keterbatasan Fungsi Mental Anak MR


Disamping memiliki keterbatasan intelegensi, anak MR juga akan menagalami keterbatasan sosial. Mereka memiliki kesulitan dalam mengurus diri sendiri dalam masyarakat, oleh karena itu mereka memerlukan bantuan.
Anak MR cenderung berteman dengan anak yang lebih muda usianya, ketergantungan terhadap orang tua sangat besar, tidak mampu memikul tangggung jawab sosial dengan bijaksana, sehinggga mereka harus selalu dibimbing dan diawasi. Mereka juga mudah dipengaruhi dan cenderung melakuakan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.
Anak dengan keterbelakangan mental ini memerlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan reaksi pada situasi yang baru dikenalnya. Mereka memperlihatkan reaksi terbaiknya bila mengikuti hal-hal yang rutin dan secara konsisten dialaminya dari hari ke hari. Mereka juga tidak dapat menghadapi sesuatu kegiatan atau tugas dalam jangka waktu yang lama.
Anak dengan kebutuhan khusus ini pun memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa. Mereka bukannya mengalami kerusakan artikulasi, akan tetapi pusat pengolahan (perbendaharaan kata) yang kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Karena alasan itu mereka membutuhkan kata-kata konkret yang sering didengarnya. Selain itu perbedaan dan persamaan harus ditunjukan secara berulang-ulang. Latihan-latihan sederhana seperti mengajarkan konsep besar dan kecil, keras dan lemah, pertama, kedua dan terakhir, perlu menggunakan pendekatan yang konkret.
Selain itu, anak MR kurang mampu untuk mempertimbangkan sesuatu, membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan membedakan yang benar dan yang salah. Ini semua karena kemempuannya terbatas sehingga anak tersebut tidak dapat membayangkan terlebih dahulu konsekuensi dari suatu perbuatan.

Comments

Popular posts from this blog

PRO KONTRA INTERNET

Teknologi elektronik seperti penggunaan komputer dan internet sebagai sarana informasi terlihat nyata telah menjadi kebutuhan masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas dalam pergaulan hidup di masyarakat, bahkan teknologi ini sering dikatakan oleh sebagian orang sebagai media tanpa batas (dunia maya). Internet adalah jaringan komputer di seluruh dunia yang dapat berkomunikasi satu sama lain melalui saluran telepon, link satelit, jaringan nirkabel maupun sistem kabel. Oleh karena koneksinya yang dapat menjangkau seluruh dunia ini lah, internet menjadi suatu hal yang penting di era globalisasi. Hingga tidak heran kalau pengguna internet meningkat drastis, seperti yang dipaparkan oleh KEMENKOMINFO (Kementerian Komunikasi dan Informatika) pada tahun 1998 tercatat sekitar 200 juta pengguna dan melonjak drastis sampai pada tahun 2009 tercatat 1,56 miliar pengguna internet. Internet menawarkan berbagai tawaran yang menggiurkan. Hanya dengan satu “klik” maka siapa pun yang memakainya akan …

KEPADATAN DAN KESESAKAN

Kepadatan (densitiy) dan kesesakan (crowding) merupakan fenomena yang akan menimbulkan permasalahan bagi setiap negara di dunia di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan terbatasnya luas bumi dan potensi sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia, sementara perkembangan jumlah manusia di dunia tidak terbatas. Kesesakan dan kepadatan yang timbul dari perkembangan jumlah manusia di dunia pada masa kini telah menimbulkan berbagai masalah sosial di banyak negara misalnya : Indonesia, India, Cina, dan sebagainya), baik permasalahan yang bersifat fisik maupun psikis dalam perspektif psikologis. Contoh permasalahan sosial yang nyata dalam perspektif psikologis dari kesesakan dan kepadatan penduduk adalah semakin banyaknya orang yang mengalami stres dan berperilaku agresif destruktif. Kepadatan (density) dan kesesakan (crowding) adalah dua dari beberapa konsep gejala persepsi manusia terhadap lingkungannya. kedua konsep ini saling berhubungan dan berkaitan satu sama lainny…

Gangguan Bahasa Ekspresif

Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara simbolis baik visual (menulis, memberi tanda) atau auditorik. Dalam gangguan berbahasa ekspresif, anak mengalami kesulitan mengekspresikan dirinya dalam berbicara. Si anak tampak sangat ingin berkomunikasi. Namun mengalami kesulitan luar biasa untuk menemukan kata-kata yang tepat. Contoh: si anak tidak mampu mengucapkan kata “balon” ketika menunjuk sebuah balon yang dipegang oleh temannya. Di usia empat tahun, anak tersebut hanya mampu berbicara dengan kalimat yang pendek. Kata-kata yang sudah dikasai terlupakan ketika kata-kata yang baru dikuasai dan penggunaan struktur tata bahasa sangat di bawah tingkat anak seusianya. Pada gangguan bahasa ekspresif, secara klinis kita bisa menemukan gejala seperti perbendaharaan kata yang jelas terbatas, membuat kesalahan dalam kosakata, mengalami kesulitan dalam mengingat katakata atau membentuk kalimat yang panjang dan memiliki kesulitan dalam pencapaian akademik, dan komunikasi sosial,…