Senin, 12 April 2010

DEFINISI KESULITAN BELAJAR


DEFINISI KESULITAN BELAJAR
          Learning disability merupakan istilah untuk anak berkesulitan belajar. Banyak istilah atau sebutan yang sering digunakan untuk merujuk anak yang mengalami kesulitan belajar khusus, antara lain : attention deficit disorder, clumsy child syndrome, perceptual handicap, brain injury, minimal brain dysfunction¸ dyslexia¸ dyslogic syndrome, learning disorder, educational handicap, mild handicap, neurogical impairment, hyperactivity, dan hyperkinesis.
         Menurut Badan Penasihat Nasional Penyangdang Cacat Amerika Serikat mendefinisikan learning disability dalam rumusan berikut: “Specific learning disabilitymeans a disorder in one or more of the basic psychological processes involved in understanding or in using language, spoken or written, which may manifest it self in an imperfect ability to listen, think, speak, read, write, spell, or to do mathematical calculation. The term include such conditions as perceptual handicap, brain injury, minimal brain dysfunction¸ dyslexia, and developmental aphasia. The term doesn’t include children who have learning problems which are primarily the result of visual, hearing, or motor handicaps, of mental retardation, or emotional disturbance or of environmental, cultural, or economic disadavantage.
Definisi tersebut menunjukan bahwa learning diability tidak digolongkan ke dalam salah satu keluarbiasaan, melainkan merupakan kelompok tersendiri. Kesulitan belajar lebih didefinisikan sebagai gangguan perseptual, konseptual, memori maupun ekspresif di dalam proses belajar. Gangguan ini dapat terjadi di berbagai tingkatan kecerdasan, namun learning disability lebih terkait dengan tingkat kecerdasan normal atau bahkan di atas normal. Anak-anak yang berkesulitan belajar memiliki ketidakteraturan dalam proses fungsi mental dan fisik yang bisa yang bisa menghambat alur belajar yang normal, menyebabkan keterlambatan dalam kemampuan perseptual motorik tertentu atau kemapuan berbahasa. Umumnya masalah ini tampak ketika anak mulai mempelajari mata-mata pelajaran dasar seperti menulis, membaca, menghitung dan mengeja.

Daftar Pustaka
Somantri, Sutjihati. 2005. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama

2 komentar: